Tampilkan postingan dengan label BEM FE Universitas Asahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BEM FE Universitas Asahan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Februari 2016

JANGAN HANYA KRITIK TANPA SOLUSI, JANGAN HANYA BISA MENILAI TANPA BISA BERBUAT, DIES NATALIS HMI 69 TAHUN untuk NEGERI



Oleh : Ridho Anugrah

Kisaran (5/2/16). Hal itu memang tak bisa di pungkiri menjadi suatu budaya dalam negeri ini. negeri ini sangat besar, sangat kaya dengan SDA nya yang tersebar dari sabang sampai maroeke, namun kenapa kita masih menjadi negara berkembang saja, kapan majunya? Hal itu disebabkan masih banyak diantara kita yang hanya bisa berbicara tapi sedikit perbuatan yang bisa kita lakukan buat bangsa ini. Tak perlu besar-besar dari hal yang terkecil saja itu sudah menjadi bentuk perbuatan yang nyata asal itu  bermanfaat bagi banyak orang, semisal membantu orang yang sedang mengalami masalah.

Tepatnya tanggal 5 Februari 1947 menjadi sejarah besar bagi bangsa ini lahir sebuah himpunan mahasiswa yang disebut dengan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Dalam masa perjalanannya HMI juga telah banyak berjuang untuk Indonesia salah satu sejarah perjuangan HMI adalah saat dimana peran serta HMI melawan komunis pada masa Transisi ke Orde Baru (1965-1966)
Hmi Syari'ah
HMI SYARIAH
, hingga HMI menjadi bulan-bulanan PKI untuk segera mendesak pemerintah membubarkan HMI, namun HMI tak lemah begitu kuat dan mampu bertahan hingga sekarang ini. Sejarah itu banyak yang tidak tau, dan terkubur begitu saja. 

Di era modern ini HMI punya tantangan baru yaitu menjadi tombak perubahan bangsa untuk sebuah perubahan pola pikir masyarakat, perubahan mental menjadi lebih baik, seperti slogan Bapak Presiden kita Revolusi Mental. Masyarakat kita cenderung hanya mampu menilai, menyalahkan, mengkritisi setiap gejolak dan perubahan yang ada di negeri ini namun tak mampu berbuat banyak. Dari yang tekecil saja kita tak mampu melakukannya seperti budaya jujur yang pernah di tanamkan dari orang tua kita sejak kecil. Hal ini yang membuat bangsa kita tak mampu berubah dari posisi berkembang menjadi maju karna kita masih sibuk berdiskusi tapi tak ada action (tindakan), masih mending kalau diskusi itu menghasilkan solusi, yang ada malah pertengkaran. Mulai dari yang mengkritik tak beretika menyampaikannya, kepentingan politik yang tersimpan, hingga sebab salah paham berujung bentrok.

Kalau sudah begini sapa yang kita salahkan, tak jauh-jauh lihat saja diri kita, apa yang sudah kita perbuat saat memangku jabatan? Adakah yang mampu dilakukan?

Iya, kalau sudah begini yang terbaik adalah sedikit bicara banyak berbuat itu lebih baik, jangan banyak argumen tapi banyak action, revolusi mental diri bangun komitnen, suport apa yang dibuat lingkungan kasih masukan dengan etika yang baik. Jangan campurkan kesucian dengan kemunafikan, kalau ini yang dibudayakan maka perubahan akan kita dapatkan kelak secara perlahan bangsa kita akan menjadi bangsa yang maju. Insyaallah.....

Minggu, 10 Januari 2016

KARYA SENI DALAM ORGANISASI

BEM FE Universitas Asahan
Karya seni tidak hanya dapat dan dilihat dalam pergelaran seni budaya saja, atau kontes lukis dan sebagainya tapi seni juga dapat dituangkan dalam organisasi yang berbentuk Simbol, logo, Pin, hingga pernak pernik organisasi lainnya. Kali ini admin akan membahas masalah logo, Apala artinya sebuah organisasi tanpa sebuah logo yang melambangkan eksistensi sebuah organisasi, bagaikan sayur tanpa garam saja ea. Logo merupakan suatu seni berbentuk seperti halnya simbol yang menggambarkan sesuatu tentang watak, sifat, keinginan, semangat dan keadaan yang ada dan terkandung dalam maknanya. Dalam pembuatannya logo biasanya memiliki arti pilosofi yang mewakili tiap unsur bentuk/gambar yang digabungkan menjadi satu logo yang menarik. Logo bisa saja menjelaskan tentang visi misi organisasi ataupun karakter organisasi pokok. Dengan itu tiap anggota organisasi akan terbakar semangatnya ketika mengaplikasikan makna yang terkandung dalan logo organisasinya.
Itu lah yang coba dilakukan seorang mahasiswa semester 7 Fak. Ekonomi Universitas Asahan yang telah mengkreasikan seninya dalam membuat logo organisasi intra kampus seperti lembaga kekaryaan mahasiswa yang berbentuk UKM. Dalam kreasinya sebut saja Ridho Anugrah (Akrab Dipanggil Ridho) sudah mengkreasikan 2 logo organisasi intra kampus yaitu MPM UNA (Majelis Permusyawaratan Mahasiswa Universitas Asahan) dan UKM Olahraga FKIP UNA. Dirinya berharap sumbangsi pemikiran berbentuk seni yang tidak begitu besar dituangkan dalam logo organisasi itu dapat memberikan stimulus dan semangat bagi para roda-roda organisasi walaupun dirinya tidak berperan banyak di dalamnya, tetapi semoga karya seni yang kecil itu dapat bermanfaat bagi organisasi tersebut.

MPM Universitas Asahan Kisaran

Logo MPM UNA Dibuat Tanggal 10-11-2015
Padi menggambarkan semakin berisi maka akan semangkin menunduk, yang artinya semakin berilmu maka akan semakin merendah hati dan berguna bagi banyak orang (Intelektual)
Roda menggambarkan sebuah perjalan dan pergantian yang diatas akan kebawah dan yang dibawah akan naik keatas yang artinya adalah Regenerasi dalam kepemimpinan.
Warna kuning dan logo UNA ditengahnya menggambarkan warna dasar Universitas Asahan yang artinya darah dan marwah Universitas Asahan.
Dan bertuliskan Majelis Permusyawaratan Mahasiswa UNA yang artinya adalah Majelis Permusyawaratan Mahasiswa UNA adalah organisasi legislatif tertinggi di Universitas Asahan yang menjadi tempat penyatu fikiran dan ide – ide mahasiswa Universitas Asahan untuk kemajuan Universitas Asahan.

UKM FKIP UNA KIsaran

Logo UKM Olahraga FKIP UNA Dibuat tanggal 17-12-2015

Minggu, 11 Oktober 2015

SELAMAT BUAT GUBERNUR, SEKJEN DAN BENDUM BEM FE UNA PERIODE 2014-2015.

Selamat Buat Gubernur, Sekjen Dan Bendum BEM FE UNA Periode 2014-2015 yang baru saja di Wisuda pada hari Sabtu, 10 Oktober 2015. Semoga ilmu yang didapat bermanfaatkan buat diri sendiri, umat dan bangsa.

Wisuda adalah suatu proses pelantikan kelulusan mahasiswa yang telah menempuh masa belajar pada suatu universitas. Biasanya prosesi wisuda diawali dengan prosesi masuknya rektor dan para pembantu rektor dengan dekan-dekannya guna mewisuda para calon wisudawan. Biasanya setelah acara selesai dilakukan acara foto-foto bersama dengan orang tua, teman-teman serta suami/istri dari wisudawan/wisudawati atau dengan pasangan wisudawan/wisudawati. Dilakukan biasanya setiap akhir semester dalam kalender akademik baik semester genap maupun semester gasal (ganjil). Pada wisuda biasanya memakai pakaian yang ditentukan, pakaian pria menggunakan hem putih dan celana hitam bersepatu hitam, pakaian wanita menggunakan kebaya tradisional tipis dengan kain jarik, tapi secara umum menggunakan baju toga.

Kami segenap rekan dari Badan Eksekutif Mahasiswa mengucapkan sukses terus buat Nilam Sari Siregar (Gubernur), Patmita Sari (Sekjen), Rahmayani Nst (Bendum) BEM FE UNA.

Rahmayani Nst. SE

Nilam Sari Siregar. SE (Kanan)

Khairul Amri, Patmita Sari. SE, Rinni Lestari, Ridho Anugrah.



Kamis, 17 September 2015

ORDIK MEMBANGUN KARAKTER MAHASISWA

NAMA                              : ILHAM AIDIL PERMANA BUTAR – BUTAR
PERGURUAN TINGGI   : UNIVERSITAS ASAHAN KISARAN
FAKULTAS                     : EKONOMI
JURUSAN                        : MANAGEMENT

Kak. Ridho, Marintan, Kak Sigit, Ilham Aidil Permana Butar-Butar
Kak. Ridho, Marintan, Kak Sigit, Ilham Aidil Permana Butar-Butar
          Dalam  kesempatan  ini  saya  akan  membahas  mengenai  apa  itu  ordik  membangun  karakter  mahasiswa.  Kita  semua  tau  apa  yang  dimaksudkan  ordik.  Ordik  dalam  singkatan  sebuah  kata  yaitu   orientasi  didik.  Yang  dimana  orientasi didik  yang  dimulai  pada  saat  pengenalan  dasar  dalam  bangku  perguruan  tinggi.  Jadi  dalam  sebuah  arti  luas  ordik  adalah  memberikan  bekal  kepada  mahasiswa  baru  dalam  hal  sikap,  mental,  dan  etika  mahasiswa dalam  pengembanggan  dunia  kampus.  Tentu  dengan  adanya  system  ordik  saat  ini  membuat  mahasiswa  lebih  mampu  bersaing,  baik  dalam  segi  akademis  maupun  mental yang  kuat.  Mungkin  untuk  saat  ini  ordik  yang  di  tawarkan  adalah  gimana  caranya  seorang  mahasiswa  siap  ditempah  serta  mampu  memiliki  pola  fikir  yang  positif  demi  pengembangan  mahasiswa  yang  berkarakter.  Dewasa  ini  pendidikan  berkarakter  memang  jadi  isu  utama  dalam  dunia  pendidikan  Indonesia,  tak  terkecuali  di  ruang  lingkup  perguruan  tinggi.  Selain  dari  bagian  dasar  dalam  peroses  pembentukan  mahasiswa  sebagai  anak  bangsa,  pendidikan  nantinya  menjadi  tolak  ukur  yang  dapat  mencetak  anak – anak  bangsa  dalam  peradaban  dunia  yang  semakin  maju pada  saat  ini.  yang  akan  nantinya  mahasiswa   menjadi  icon  dalam  kehidupan  NKRI.  Selain  itu  setiap  individu  memiliki  karakternya  masing – masing  pada  saat  dilahirkan.  Lingkungan  dimana  iya  tumbuh  dan  berkembang.  Sehingga  mempengaruhi  karakter  yang  mereka  miliki.  Karakter  mahasiswa  mulai  kembali  terbentuk  pada  saat  perkenalan  kehidupan  kampus  yang  dimana  pada  saat  itu  juga  mahasiswa  mulai  dapat  berfikir  lebih  mendalam  lagi  apa  yang  mereka  miliki  dalam  jiwa  karakter  mereka  masing – masing.  Sehingga  mereka nantinya  mahasiswa  siap dan  mampu  ber interaksi  dalam  kehidupan  kampus  yang  mereka  hadapi  saat  ini.  Tolak  ukur  dalam  pembentukan  mahasiswa  dapat  dilihat  dari  proses  mulai  dari  saat  berpredikat  mahasiswa  baru  hingga menjadi  mantan  mahasiswa nantinya.  Munkin  pada  saat  ini  kita  lihat  dunia  pendidikan  dapat  mencetak  dalam  mencerdaskan  kehidupan  bangsa,  tapi  pada  saat  ini  pendidikan  tidak  berhasil  menciptakan  masyarakat  yang  berkarakter.  Pendidikan  berkarakter  harus  dimulai  dan  dikembangkan  dari  lingkungan  keluarga,  lalu  dikembang  di  dunia  pendidikan  terutama  di perguruan  tinggi  serta  pada  akhirnya  nanti  dapat  di  terapkan  di  dalam kehidupan  masyarakat  dengan  adanya  orientasi  dalam  kehidupan  mahasiswa.  Mungkin  kita  tau  pada  saat  ini  peradaban  dunia  semakin  maju  dan  berkembang,  jadi  untuk  itu  pengembangan  mahasiswa  yang  berkarakter  sanggat  bermanfaat  dalam  menghargai  di ruang  lingkup  kehidupan  kampus.  Contohnya  saja  pada  saat  seorang  mahasiswa  mulai  memasuki  perguruan  tinggi  mereka  mulai  di perkenalkan  pendidikan  dasar  dalam  pengembangan  demi  membangun  mahasiswa  yang  berkarakter  serta  terdidik yang  sebagai  modal  awal  dalam  perkenalan  kehidupan  kampus.  Yang  dikatakan  modal  awal  yaitu  mereka  di  berikan  rangsangan  untuk  dapat  mulai  mengenali  dasar – dasar awal tentang  mahasiswa  yang  terdidik  dan  berkarakter  baik,  baik  itu  dalam  kehidupan  keluarga,  kehidupan  kampus,  serta  kehidupan  bermasyarakat.  Sehingga  nantinya  mereka  akan  lebih  siap  lagi  dalam  mejalani  kehidupan  yang  berkarakter  dan  memiliki  jiwa  sosial  yang  sangat  baik. 

Selain  itu  dengan  adanya  pembentukan  karakter  mahasiswa,  maka mereka  nantinya  dapat  porsi  atau  pun  peluang  di  dunia  kerja.  Karena  kita  tentu  tau  pada  saat  ini  perputaran  gelobal  semakin  maju  maka  mahsiswa  nantinya  diharapkan    akan  siap  bersaing  dalam  menentukan  dimana  mereka  dapat  porsi  dalam  dunia  kerja.  Karen  pada  saat  ini  dunia  kerja  menuntut  mereka  sebagai  tenaga  kerja  yang  profesional  serta  memiliki  intuisi  mahasiswa  yang  memiliki  karakter  khusus.  Yang  dikatakan  mahasiswa  yang  berkarakter  khusus  adalah  mahasiswa  yang  kreatif,  respontif,  serta  bertanggung  jawab  yang  harus  dimiliki.  Disini  dijelaskan  satu  persatu  mengenai  mahasiswa  kreatif,  respontif,  dan  bertanggung  jawab.  Point  pertama  yaitu  mahasiswa  yang  di katakana  kreatif  adalah  mahasiswa  yang  mampu  menciptakan  imajinasi  maupun  inovasi – inovasi  terbarunya  sehingga  nantinya  hasil  yang  dibuat  dapat  bermanfaat  bagi  kebanyaan  orang.  Sehingga  mahasiswa  lainnya  dapat  terbius  untuk  lebih  mengembangkan  kreatifitasnya  dalam  kehidupan  kampus  atau pun  kehidupa  nyata.  Semua  tentu  tau  di  era globalisasi  pada  saat  ini  kebutuhan  untuk  mengembangkan  kreatifitas  mahasiswa  sanggatlah  penting  yaitu  dengan  adanya  wadah  yang  dapat mengembangkan  hasil karya  yang  mereka  buat.  Itu  tadi  gimana  caranya  membangun  mahasiswa  yang  berkarakter.  Maka  perguruan  tinggi  dapat  memberikan  wadah  bagi  mahasiswa  untuk  mengembagkannya.  Maka  dibentuk  lah  program  kreatifitas  mahasiswa.  Makanya  pada  saat  ordik  yang  diselenggarakan  mahasiswa  diberikan  materi – materi  yang  nantinya  dapat  meningkatkan  kualitas  peserta  didik (mahasiswa)  di perguruan  tinggi  yang  kelaknya  dapat  menjadi  anggota  masyarakat  yang  memiliki  akdemis  yang  kuat  dan  atau  professional  yang  dapat  menerapkan,  mengembangkan  dan  menyebarluaskan  ilmu  pengetahuan,  teknologi  dan  kesenian  serta  budaya  nasional.  Tentu  semua  ini  dapat  mengantarkan  mahasiswa  mencapai  taraf  pencerahan  kreatifitas  dan  inovasi  berlandaskan  sains  dan  tekhnologi  serta  keimanan  yang  tinggi. Tentu  hal  ini  diambill  dalam  rangka  mempersiapkan  mahasiswa  yang  mandiri,  cendekiawan,  wirausahawan,  serta  memiliki  jiwa kearifan  yang  mandiri,  hal  ini  mahasiswa  diberi  peluang  untuk  mengimplementasikan  kemampuan,  keahlian,  imajinatif  demi  membangun  kerja  sama  tim  demi  mengembangkan  kemandirian  melalui  kegitan – kegiatan  yang  kreatif  dalam  bidang  ilmu  yang  ditekuni  masing – masing.  Jadi  untuk  saat ini mahasiswa  dituntut  menjadi  mahasiswa  yang  kreatif  serta  memiliki  etitude  yang  baik  dalam  pengembangan  kehidupan  kampus  yang  dijalani  saat  ini.  Dengan  tujuan  agar  mahasiswa  tau  jati  dirinya  masing – masing.  Point  ke  dua  yaitu  mengenai  respontif.  Respon  yang  berarti  mampu  dapat  memahimi  maksud  dan  tujuan  suatu  hal  yang  diinginkan. Sehingga  apa yang  dilaksanakan  dapat  tercapai  dengan  baik.  Jadi  yang  dimaksudkan  respontif  dalam  kehidupan  perguruan  tinggi  adalah  gimana  seorang  mahasiswa  mampu  menerapkan  maksud  dan  tujuan  dalam mengembangkan  kemampuan  yang  dimiliki  serta  aktif  dan  mampu  berinteraksi  yang  baik  dalam  kehidupan  kampus.  Yang  nantinya  dapat  memberikan  ion  positif  bagi  kehidupan  kampus  yang  memiliki  intelektual  dalam  suatu  pengembangan  yang  lebih  baik  lagi.  Jadi  untuk  itu  hal  yang  mendasar  dalam  meningkatkan  kan  respontif  adalah  kesadaran  sebagai  seorang  mahasiswa  yang  memilik  kemampuan  berfikir  yang  lebih  kritis  lagi.  Mungkin  untuk  saat  ini  dimasa  era  moderen persaingan  sangatlah  dirasakan  bagi  para  muda  mudi.  Untuk  itu  semua  harus  memiliki  kesadaran  serta  respon  yang  baik  dalam  hal – hal yang positif. Point  ke  tiga  yaitu  mengenai  tanggung jawab.  Munkin  dalam  pembahasan  ini  mengenai  ordik  membangun  karakter  mahasiswa  tidak  jauh  pembahasannya  mengenai  tanggung  jawab.  Mungkin  semua  tau  bahwa  setiap  hal  yang  dilakukan  harus  dilandasi  dengan  prinsip  tanggung  jawab.  Karena  setiap  suatu  tindakan  yang  diambil  harus  adanya  suatu  tanggung jawab.  Contohnya  saja  di dalam  ruang  lingkup  mahasiswa.  Disini  kita  gambarkan  diruang  lingkup  perguruan  tinggi.  Yaitu  budaya  kampus. Budaya  kampus  diibartkan  bayangan  dari  kesatuan NKRI.  Yang  dimana  setiap  kegiatan  kampus  memiliki  elemen – elemen  kepemimpinan. Yang  dimana  setiap  organisasi  dinaungi  seorang  pemimpin.  Yang  dimana  setiap  pemimpin  bertanggung  jawab  penuh  atas  organisasi  yang  mereka  naunggi.  Selain  itu  kepemimpinan  dituntut  memiliki  kemandiran  serta  tidak  memiliki  kontrol  dari  pihak  luar. Untuk  menciptakaan  kontrol  diri  terhadap  pengaruh  karakter  negatif  yang  mungkin  dapat  mempengaruhi  mahasiswa  atau  pun  seorang  kepempinan  dasar  mahasiswa.  Maka nya  di  perlukan  pendidikan  dasar  kepemimpinan  yang  bertanggung  jawab sejak  dini. Mungkin  semua  ini  dilakukan  tidak  hanya  teori  saja.  Tetapi  aplikasi  dari  teori  tersebut  sanggat  lah  penting  dalam  budaya  kampus  bagi  mahasiswa  yang  perannya    sebagai  pemeran  utama  dalam  setiap  kegiatan  atau  organisasi  yang  ada. Dicontohkan  saja  pendidikan  seperti  body  language,  performance,  public  speaking  dan  etika  sosial  Character  Building  Class (CBC).  Jadi  tentu  semua  ini  tidak  lepas  peran  penting  pembimbing  dalam  pengembangan  jiwa  kepemimpinan.  Karena  semua  itu  mencakup  ke  budayaana  kampus. Contoh  hal  yang  mengenai  budaya  kampus  adalah organisasi  kampus  yaitu  BEM (Badan  Eksekutif  Mahasiswa)  yang  dimana  BEM itu  adalah  bayangan  struktural  Pemerintahan. Ditingkat  Universitas  dipimpin  oleh  Presiden  serta  wakilnya  seorang  Wakil  Presiden.  Sedangkan  untuk  tingkat  fakultas  dipimpin  oleh  Gubernur  dan  Wakil  Gubernur.  Semua  di  pimpin  dan  di pegang  untuk  bereparan  aktif  dalam  kemajuan  Universitas  mau pun  fakultas.  Serta  dituntut  penuh  untuk  dapat  bertanggung  jawab  dalam  setia  segi  aspek  yang  dilakukan,  demi  tercapainya  suatu  hal  yang  sempurna.  tentu  dengan  adanya  organisasi BEM  organisasi  ini  dapat  membius  mahasiswa  lebih  aktif  lagi  untuk  berorganisasi.  Yang  nanti  nya  mereka  mendaptakan  manfaat  yang  lebih  karena  budaya  kampus  lah  mencetak  seorang  pemimpin  yang  amanah  serta  bertanggung  jawab  dalam  kehidupan  kampus  yang  nantinya  akan  siap  terjun  langsung  dalam  kehidupan  masyarakat  yang  nyata.  Munkin  tindakan  ini  sanggat  tepat  untuk  lebih  membentuk  karakter  mahasiswa  yang  menjadikan  mahasiswa   menjadi  kaum intelektual  dan  berbakat.
 
Selain  itu  juga  setiap  mahasiswa  dituntut  untuk  adanya  kesadaran diri (Proaktif).  Apa  yang  dimaksud dengan  kesadaran  diri itu.  Kesadaran  diri  adalah  kemampuan  kunci  untuk  memahami  seseorang  khususnya  di  ruang  lingkup  kemahasiswaan.  Bahkan  diri  merupakan  pintu  diri  dimana  sebenarnya  keunggulan  atau  kelemahan  diri  kita.  Yang  terpenting  setiap  aspek  yang  dilaksanakan  semua  di  landasi  akan  adanya  kesadaran.


 Jadi  keimpulan  yang  dapat  di pahami  mengenai  ordik  membangun karakter  mahasiswa  adalah  dimana  setiap  suatu  hal  yang  didapat  harus  dilandasi  dengan  membangun  jiwa  karakter  yang  lebih  professional  lagi.  Karena  semua  hal  yang  diambil  harus  lah  menjadi  tanggung  jawab  sebagai  mahasiswa, karena mahasiswa  adalah  icon  terbaik  untuk  membentuk  jiwa  serta pola  fikir  yang  lebih  realistis  demi  mengembangkan  budaya  kampus  yang  sama  hal  nya  bayangan  system  organisasi NKRI.  Dan  Banyak  orang  yang  mengatakan  bahwa  “kepintaran  yang  menjadikan  seseorang  menjadi  ilmuan  besar”.  Mereka  keliru,  semua  itu  adalah  karena  faktor  karakter.  Disisi lain  karakter  itu  adalah  ciri khas  yang  dimiliki  setiap  individu  untuk  hidup  bekerja  sama  demi  mengembangkan  kerja  sama  yang  lebih  baik  lagi  demi  terciptanya  karakter  yang  menjunjung  nilai – nilai  peradaban  antar  sesama. Disisi  lain  karakter  yang  dimiliki  setiap  individu  mahasiswa  harus  menjunjung  jiwa  kerjasama  yang  lebih  baik  lagi,  baik  dalam  lingkup  keluarga,  masyarakat,  bangsa  dan  Negara.  Satu  tujuan  nya  adalah  memberikan  yang  terbaik  serta  menjadikan  karakter  yang  siap  terjun  langsung  secara  nyata  dikehidupan  bangsa  dan  bernegara  ini.  Demi  terwujudnya  Indonesia  yang  lebih  jaya  lagi  di  mata  dunia  karena  ada  nya  jiwa  karakteristik  yang  dibentuk  dalam system  ordik membangun  karakteristik mahasiswa  menuju  MEA ( Masyarakat  Ekonomi  Asia).           

Selasa, 15 September 2015

MAHASISWA IDEAL, MAHASISWA BERORGANISASI


Admin : Yuli Amalia Samosir
Sabtu, 20/8/2015


         Sosok Mahasiswa Ideal secara singkat dapat dirangkum dalam tiga kata yaitu : berprestasi, berorganisasi dan berbudi pekerti. Diluar ketiga hal diatas ada satu hal yang sudah pasti harus dimiliki yaitu berpribadi religius. Begitu ungkap kanda Ridho saat saya wawancara seusai sholad Ashar di Masjid Al-Firdaus UNA. Dirinya juga tak henti-hentinya untuk terus bersyukur kepada yang kuasa atas apa yang telah Tuhan berikan kepada dirirnya.

            Ridho (Ridho Anugrah) begitu panggilan akrabnya, pria yang tidak mau menyebutkan usianya saat diwawancarai.  Beliau lahir di Sei Parit Rampah dan besar di Kisaran yang saat ini sedang menyelesaikan strata satu nya di Fakultas Ekonomi Universitas Asahan semester tujuh. Dia merupakan sosok senior yang baik dan peduli terhadap juniornya, karna dapat di hitung jari sosok senior di Fakultas Ekonomi Universitas Asahan yang mau peduli serta memotivasi adik-adik junior, berbagai pengalaman dan karya yang telah ia lahirkan menjadi suatu nilai standart Mahasiswa ideal, berorganisasi dan terus berproses dalam Himpunan Mahasiswa Islam adalah cara yang menjadikan dirinya sebagai Mahasiswa Intelektual yang  bersinergi dalam gerakan Mahasiswa.

            Bercerita tentang pengalaman, saya pernah mengalami naik turunnya suatu dinamika hidup, pernah merasakan hidup susah serba kekurangan dengan makan lauk seadanya, tapi itu dulu swaktu saya SMA dimana keadaan ekonomi keluarga sangat rendah. Sebab itu untuk meringankan beban orang tua saya bekerja di sebuah rumah makan ayam penyet seusai tamat SMA agar cita-cita saya untuk melanjut ke perguruan tinggi kesampean. Brige dulu setahun setalah tamat SMA ngumpuli modal buat ngelanjut, ia akhirnya setelah stahun berlalu saya kesampean melanjut ke perguruan tinggi, ea karna terbatas dana saya putuskan kuliah di perguruan tinggi yang ada di kota saya yaitu Universitas Asahan (UNA). Ia gak papa la walaupun swasta tapi itu semua tergantung kitanya, kalaw kita niat pingin sukses dimanapun kuliahnya pasti sukses kok, karena rejeki udah di atur Allah SWT, Ucapnya.

            Saat kuliah waktu saya lebih banyak di habiskan di rumah makan tempat saya bekerja, terhitung dua tahun lamanya saya bekerja semenjak tamat SMA, namun selama itu saya merasa tidak memiliki perubahan dalam diri saya walaupun sudah kuliah, teman bergaul cumak beberapa orang saja, kenalan/relasi tidak ada, malu berbicara sama orang yang baru di kenal, dan di persaingan akademis pun saya selalu kalah. Nilai saya jelek, kalau kuliah mengantuk ibarat pepatah padi semakin tua semakin menunduk, hehehehe.... bahkan yang lebih parah lagi kalaw saya dapat tugas presentasi rasanya kayak berhadapan dengan malaikat maut, takut banget, buat ngomong aja susah.

            Saat saya semester tiga saya berjumpa dengan teman lama saya yang juga kuliah di UNA dan dia mengajak saya untuk berorganisasi, hmmm...awalnya saya menganggap organisasi itu gak penting dan hanya buang-buang waktu. Tapi karna temen yang mengajak saya pun ikut-ikutan, sekalian cari temen baru. Setelah beberapa bulan saya berproses di organisasi dan mengikuti berbagai pelatihan, disaat itulah perubahan saya rasakan dalam diri, menjadi lebih berani bertindak, berbicara, menyampaikan ide dengan percaya diri yang tinggi saat presentasi atau diskusi. Waww.... ternyata diakhir semester luar biasa saya mendapat nilai yang baik dari IP 2,80 menjadi IP 3,40, hehehe ia walaupun tak begitu tinggi tapi terasa kali perubahannya.

            Sejak saat itu saya memutuskan berhenti bekerja dan fokus untuk berproses serta berkarir di organisasi dan kampus. Mencari pengalaman sebagai seorang pemimpin, seorang manajemen organisasi yang baik, administrasi yang handal yang mana semua itu tidak diajarkan di dalam dunia pendidikan melainkan di dapat dari pengalaman organisasi. Banyak manfaat yang saya dapat teman banyak, relasi banyak, dan tentu menjadi orang yang berani dan tegas mengambil keputusan.

            Awal pertama kali saya berorganisasi yaitu LPMA (Lembaga Pers Mahasiswa Asahan) berproses selama stahun akhirnya saya dipercayai untuk mengemban amanah sebagai Sekretaris Umum tahun 2013. Kemudian hal itu menjadi batu loncatan buat saya untuk naik lagi ke strata yang lebih tinggi, kebetulan pada saat itu sedang dibuka pendaftaran pemilihan Gubernur Fak. Ekonomi. Dengan semangat saya bertanya kepada panitia apa saja syarat nya, eh ternyata saya yang pada saat itu masih semester 3 belum boleh menyalon gubernur dan hanya boleh menjadi wakil gubernur. Kemudian teman saya menyarankan agar saya berkoalisi kepada salah satu calon yang pada saat itu belum punya pasangan, setelah bertemu dan menemukan kesepakatan akhirnya kami maju sebagai calon gubernur dan saya sebagai wakil gubernur, dan syukur alhmdulilah kami menang dan terpilih menjadi gubernur dan wakil gubernur periode 2013-2014. Pungkas kanda Ridho setelah bercerita panjang lebar.

           Tidak hanya sampai disitu beliau juga sempat keluar masuk beberapa organisasi Mahasiswa, hingga akhinya ia mantapkan hatinya untuk ber- HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) serta terus berproses dan belajar dalam pengkaderan HMI ( Himpunan Mahasiswa Islam ), selama pindah-pindah organisasi baginya tidak ada yang lebih baik dari pengkaderan HMI. Beliau juga mengatakan bahwa di HMI lah beliau mendapat banyak ilmu yang berharga tentang ke intelektualan, tentang cara memimpin rapat yang baik, tentang kaedah menjadi instruktur (Training OF Trainer) yang benar, pelatihan-pelatihan dengan konsep yang beda memacu semangat dalam diri,  dan masih banyak lagi pengalaman yang tak dapat diceritakan satu persatu duka, suka semuanya ada. Hingga membuat dirinya dipercayai mengemban amanah sebagai Pengurus HMI Cabang Kisaran Asahan Periode 2015-2016 sebagai DIKLAT Anggota (Pedidikan Dan Latihan Anggota). ini merupakan pencapaian yang sangat panjang bagi seorang kanda Ridho.

Dari semua yang telah beliau raih ada banyak hal yang belum dapat ia capai dan ia lakukan salah satunya yaitu membahagiakan kedua orang tuanya yang selama ini menjadi pondasi kesuksesan yang telah ia raih selama ini. “Banyak hal yang telah saya lalui dan semua terasa indah saat saya pulang kerumah dan melihat kedua orang tua, ungkapnya”. Lelah seakan hilang seketika sesaat melihat kedua orang tua yang berada dalam satu rumah yang rukun, ya begitu lah kanda Ridho. Ia juga berpesan “silahkanlah berproses dalam HMI dan terus berusaha tanpa mengenal kata lelah, dan bila kamu ingin jadi pemimpin maka jadila pemimpin yang bertanggung jawab kreatif dan jujur” itu yang beliau sampaikan pada saya. Satu hal yang akan saya ingat dan terapkan dalam kehidupan yaitu “ jadila orang pandai bertanya, dan jadilah pendengar yang baik”.

Itulah sosok senior yang saya anggap adalah seorang yang bertalenta, dan semoga bisa menjadi contoh bagi kita semua junior-juniornya sehingga terdorong semangat untuk perubahan dalam diri menjadi yang lebih baik lagi, Yakin Usaha Sampai.(YAS)




Selasa, 25 Agustus 2015

Organisasi Mahasiswa, Tugas dan Fungsinya


LEMBAGA LEGISLATIF MAHASISWA : APA, SIAPA, DAN BAGAIMANA?

Menurut kaidah bahasa, badan legislatif adalah badan yang bertugas untuk menyusun kebijakan untuk dilaksanakan nantinya. Dalam konsep demokrasi, badan legislatif identik dengan badan perwakilan. Artinya, badan legislatif sebagai badan pengemban kedaulatan atau badan yang menjalankan kedaulatan yang bertugas untuk membentuk kebijakan yang mencerminkan dari keinginan mahasiswa. Jadi, kebijakan tersebut nantinya bukanlah dari suatu pihak atau golongan semata. Untuk itu, badan legislatif mahasiswa haruslah mencerminkan representasi dari mahasiswa – mahasiswa yang ada.

Dalam kenyataannya, kita sering mendengar adanya Dewan Perwakilan Mahasiswa ( DPM ), Badan Perwakilan Mahasiswa ( BPM ), Dewan Legislatif Mahasiswa ( DLM ), Dewan Mahasiswa ( DEMA ), Parlemen Mahasiswa, dan lain – lain. Istilah – istilah diatas merupakan bentuk dari badan legislatif mahasiswa yang ada di universitas – universitas di Indonesia. Badan legislatif mahasiswa beranggotakan wakil – wakil mahasiswa yang dipilih melalui Pemilu atau mekanisme tertentu. Wakil mahasiswa tersebut haruslah mewakili dari golongan tertentu. Seorang wakil mahasiswa mengemban amanat untuk menampung dan menyalurkan aspirasi mahasiswa untuk menjadi suatu kebijakan ( legislator ).

Maka dari itu, wakil mahasiswa dituntut untuk dapat sensitif dalam mendengarkan keluhan mahasiswa serta aktif dalam menuangkan pemikiran untuk menyusun suatu kebijakan yang akan diberlakukan dalam lingkungan mahasiswa. Dalam praktik sehari – hari, seorang wakil mahasiswa dituntut untuk mampu turun kebawah untuk menampung aspirasi mahasiswa sebesar – besarnya dan menuangkannya dalam suatu forum kerja yang berupa rapat – rapat serta Sidang Umum. Sangat ironis apabila seorang wakil mahasiswa ketika menjalankan tugasnya bersikap pasif alias diam dan cenderung acuh tak acuh tanpa memberikan suatu kontribusi yang berarti bagi penyelenggaraan kehidupan kemahasiswaan.

Secara keseluruhan, badan legislatif mahasiswa dituntut harus mampu menuangkan terobosan – terobosan yang bersifat inovatif dalam hal kebijakan – kebijakan sehingga fungsi legislatif tersebut benar – benar berjalan secara optimal. Disamping itu, badan legislatif mahasiswa juga dituntut untuk aktif mengawasi pelaksanaan dan mengevaluasi dari praktik – praktik penyelenggaraan sistem tersebut. Praktik – praktik penyelenggaraan dapat berupa kebijakan – kebijakan atau proses yang terjadi di dalam sistem tersebut. Hal ini bertujuan agar terjadi kontrol dan keseimbangan ( check and balances ) sehingga menghindarkan penumpukan kekuasaan yang berdampak pada absolutisme. Untuk itu, disinilah dituntut peran serta dari seluruh wakil mahasiswa yang duduk di badan legislatif mahasiswa untuk menjalankan fungsi dari badan tersebut secara menyeluruh.

SUSUNAN, KEDUDUKAN, TUGAS, DAN WEWENANG, SERTA ALAT KELENGKAPANLembaga legislatif mahasiswa ( selanjutnya akan disebut DPM ) merupakan lembaga yang terdiri dari mahasiswa – mahasiswa yang duduk di lembaga tersebut dengan mengedepankan azaz demokrasi perwakilan.

Dalam konteks demokrasi kampus, lembaga ini berkedudukan sebagai lembaga tertinggi mahasiswa yang memiliki fungsi antara lain :

-    Fungsi  Legislasi
Legislasi merupakan tugas utama dari seorang anggota dewan karena dengan fungsi inilah seorang anggota dewan mampu menyalurkan aspirasinya banyaknya produk perundang-undangan  yang diciptakan dalam satu periode kerja merupakan salah satu parameter keberhasilan dari DPM tersebut .

-    Fungsi Pengawasan
DPM mempunyai kewajiban untuk mengawasi kinerja dari lembaga eksekutif . Hal ini bertujuan agar lembaga eksekutif bekerja secara optimal dan sesuai dengan amanat rakyat (baca : mahasiswa yang memilih).

-    Fungsi Anggaran
Sudah seyogyanya jika keuangan mahasiswa di pegang oleh mahasiswa itu sendiri. Pengelolaan keuangan ini dipegang dan diatur penggunaannya oleh DPM/Senat Mahasiswa sebagaimana yang terjadi pada pemerintahan yang sebenarnya (Pemerintahan Republik Indonesia). Senat/DPM mengevaluasi kinerja dari UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) dan BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) sehingga pengelolaan dana keuangan dan pemberian anggaran dilakukan berdasarkan kinerja dari ormawa tersebut.

-    Fungsi Advokasi
Fungsi advokasi ini dilakukan untuk menyampaikan keluhan, masukan, saran dan kritik mahasiswa  kepada pihak pengelola  universitas agar aspirasi serta permasalahan yang ada dapat terselesaikan.

DPM mempunyai tugas dan wewenang:
a.    Membentuk peraturan kemahasiswaan yang dibahas bersama Ketua BEM yang bertujuan untuk mendapat kesepakatan bersama
b.    Membahas bersama Ketua BEM dengan memperhatikan pimpinan kelembagaan terkait dalam hal memberikan persetujuan atas rancangan anggaran kemahasiswaan yang diajukan oleh Ketua BEM;
c.    Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan peraturan kemahasiswaan;
d.    Memberikan persetujuan atas sikap dan pandangan politis dari Ketua BEM;
e.    Membahas dan menindaklanjuti hasil pemeriksaan atas pengelolaan dan tanggung jawab keuangan kemahasiswaan;
f.    Menyerap, menghimpun, menampung, dan menindaklanjuti aspirasi mahasiswa; dan.
DPM memiliki beberapa hak yaitu :
-    Hak Interpelasi, yaitu hak yang mempertanyakan kebijakan – kebijakan lembaga eksekutif
-    Hak Budget, yaitu hak untuk mengusulkan anggaran
-    Hak Angket, yaitu hak untuk menghimpun pendapat dalam menyikapi sebuah kebijakan
-    Hak Insiatif, yaitu hak dalam mengajukan rancangan peraturan kemahasiswaan

Dalam menjalankan fungsinya, DPM memiliki alat kelengkapan yaitu sekretariat dan komisi – komisi. Sekretariat adalah alat kelengkapan DPM yang bertanggung jawab dalam pengelolaan administrasi, keuangan, perlengkapan, serta penyediaan kebutuhan – kebutuhan DPM. Alat kelengkapan ini dipimpin oleh seorang Sekretaris yang bertanggung jawab langsung kepada Ketua DPM.

Sedangkan untuk menjalankan fungsi – fungsi seperti pengawasan, legislasi, anggaran, dan advokasi, DPM membentuk komisi – komisi. Alat kelengkapan ini bukanlah alat kelengkapan pelaksana teknis seperti alat kelengkapan yang terdapat pada organisasi – organisasi yang bersifat eksekutif. Komisi – komisi hanya merupakan perpanjangan tangan DPM dalam menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, anggaran, dan advokasi.

Dalam kondisi tertentu, DPM dapat membentuk panitia kerja untuk menindaklanjuti permasalahan – permasalahan tertentu ( Misalnya : Panitia Kerja Pembahasan Wacana Semester Pendek ). Panitia kerja ini terdiri dari anggota – anggota DPM yang diusulkan dan ditetapkan dalam rapat paripurna. Setelah terbentuk, panitia kerja melakukan rapat untuk memilih ketua panitia kerja.

DPM juga memiliki alat kelengkapan yaitu Pimpinan DPM yang biasanya terdiri dari Ketua dan jika dibutuhkan maka dapat dibentuk Wakil Ketua yang berfungsi membantu Ketua DPM. Pimpinan DPM memiliki fungsi sebagai berikut :
-    Menjadi juru bicara keputusan – keputusan DPM ke luar
-    Mengatur lalu lintas komunikasi antar anggota DPM dalam sidang maupun rapat paripurna
-    Menyusun kebijakan penyediaan kebutuhan – kebutuhan DPM bersama Sekretaris
-    Menjadi juru bicara ke dalam DPM
-    Menetapkan keputusan DPM setelah diputuskan oleh sidang maupun rapat DPM

MEKANISME KERJA KELEMBAGAAN

Kinerja DPM ditunjukkan dalam hal pengawasan, legislasi, anggaran, dan advokasi yang dicerminkan dalam kegiatan – kegiatan seperti Sidang Umum, Sidang Istimewa, Rapat – rapat, serta kegiatan – kegiatan yang sehubungan dengan penggunaan hak keanggotaan DPM.

Berikut penjelasan dari kegiatan – kegiatan DPM :
-    Sidang Umum
Sidang Umum adalah rangkaian kegiatan DPM yang bersifat berkala ( biasanya dilaksanakan 3 bulan sekali ). Sidang Umum berfungsi untuk membentuk peraturan kemahasiswaan, menindaklanjuti aspirasi mahasiswa, serta membahas hal – hal yang dianggap perlu. Sidang Umum dihadiri oleh seluruh anggota DPM dan pimpinan – pimpinan lembaga – lembaga eksekutif ( misalnya : BEM dan HMJ ).

-    Sidang Istimewa
Sidang Istimewa adalah kegiatan DPM yang bersifat luar biasa dan berfungsi dalam hal – hal antara lain : Pelantikan BEM, Penetapan sanksi kelembagaan, dan lain – lain.

-    Rapat – rapat
Dalam menjalankan tugasnya, DPM memiliki beberapa jenis rapat yaitu :
1.    Rapat Kerja, adalah rapat yang dilakukan guna menjalankan fungsi DPM. Biasanya rapat ini diadakan dengan mitra – mitra kerja DPM ( contoh : Rapat Kerja dengan Pimpinan Fakultas mengenai pelaksanaan jajak pendapat mahasiswa )

2.    Rapat Dengar Pendapat, adalah rapat yang bertujuan untuk melakukan dengar pendapat dengan pihak – pihak tertentu yang sifatnya bertujuan untuk mendukung kerja DPM ( Contoh : Rapat Dengar Pendapat dengan Mahasiswa Jurusan Akuntansi mengenai dosen yang bermasalah )

3.    Rapat Komisi, adalah rapat yang dilakukan oleh internal komisi yang bertujuan untuk menjalankan fungsi komisi. ( Contoh : Rapat Komisi III tentang tindak lanjut penyelewangan pimpinan kelembagaan )

4.    Rapat Paripurna, adalah rapat yang dihadiri oleh seluruh anggota DPM yang bertujuan untuk menetapkan sebuah keputusan

-    Kegiatan lainnya
Dalam kapasitas sebagai lembaga perwakilan mahasiswa, DPM dapat melaksanakan kegiatan – kegiatan lain yang sifatnya menunjang tugas ke-dewan-an seperti penyelenggaran seminar / lokakarya dengan tema – tema legislatif mahasiswa, melakukan jajak pendapat, memberikan pernyataan sikap, dan lain – lain.

HAK & KEWAJIBAN ANGGOTA LEMBAGA LEGISLATIF MAHASISWA

Setiap anggota DPM berkedudukan sebagai wakil mahasiswa dalam lembaga DPM. Untuk itu, setiap anggota DPM memiliki hak yang terdiri dari :
-    Hak Bertanya, ialah hak untuk mempertanyakan suatu kebijakan
-    Hak Bicara, ialah hak untuk menyampaikan pendapat
-    Hak Suara, ialah hak untuk menetapkan sebuah pilihan
-    Hak Budget, ialah hak untuk mengusulkan anggaran
-    Hak Inisiatif, ialah hak untuk mengajukan rancangan peraturan kemahasiswaan

Disamping memiliki hak, anggota DPM juga memiliki kewajiban yaitu :
-    Menjalankan tugas sebagai wakil mahasiswa
-    Menghadiri setiap sidang maupun rapat – rapat yang telah ditetapkan
-    Melakukan advokasi kepada mahasiswa yang membutuhkan
-    Menyerap aspirasi mahasiswa yang kemudian dibawa ke dalam sidang maupun rapat – rapat DPM
-    Menjalankan semua konsekuensi DPM

BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA

         BEM atau Badan Eksekutif Mahasiswa merupakan organisasi Intra kampus yang bertugas sebagai Forum Perwakilan Mahasiswa dan menyalurkan aspirasi Mahasiswa dalam lingkungan kampus kemudian melakukan perencanaan dan penetapan garis-garis besar program kegiatan mahasiswa serta menjalin Komunikasi Mahasiswa antar Organisasi kemahasiswaan, Fakultas dan unit kegiatan dilingkungan Kampus




Fungsi BEM :
  • Merencanakan, melaksanakan dan mengembangkan kegiatan BEM yang bersifat keilmuan, minat dan kegemaran, kesejahteraan serta pengabdian kepada masyarakat.
  • Merencanakan, melaksanakan dan mengembangkan kegiatan BEM yang bersifat penalaran dan keilmuan.

Keanggotaan:
  • Keanggotaan BEM ditingkat Universitas terdiri dari ketua BEM F, Ketua HMPS, dan Ketua UKM.
  • Keanggotaan BEM ditingkat Fakultas terdiri dari ketua HMPS, dan Ketua UKM di lingkungan Fakultas
Kepengurusan:

Keanggotaan BEM  terdiri dari Ketua BEM yang di sebut President dan Wakil President Mahasiswa untuk tingkat Universitas, Gubernur dan Wakil Gubernur untuk tingkat Fakultas , Sekretaris dan Wakil Sekretaris untuk tingkat Universitas ataupun Fakultas , Bendahara Umum untuk tingkat Universitas ataupun Fakultas , Kepala Bagian atau Kordinator Bagian serta Anggota dari tiap Bagian Bidang-Bidang organisasi BEM. Susunan kepengurusan dan penamaan pejabat struktural BEM ditentukan oleh ketua yang terpilih pada periode yang berlaku.

Masa Kerja: 

Masa Kerja kepengurusan BEM satu tahun dan Ketua tidak dapat dipilih kembali untuk kepengurusan berikutnya.

Tata Kerja Kepengurusan:
  • Tata Kerja kepengurusan BEM ditetapkan melalui rapat pengurus.
  • Pengurus BEM disahkan oleh Rektor.
Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya, pengurus BEM ditingkat Universitas  bertanggung jawab kepada Rektor melalui Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan , dan pengurus BEM ditingkat Fakultas bertanggung jawab kepada Dekan melalui Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan.

KEUNTUNGAN APAKAH BAGI  REKTORAT DENGAN ADANYA BEM ???

1. FUNGSI BANTUAN KOORDINASI; Lembaga dapat menjadi penghubung komunikasi antara REKTORAT dengan Mahasiswa ataupun antar UKM/ Lembaga
2. FUNGSI PENCITRAAN UNIVERSITAS; Keberadaan lembaga dapat meningkatkan eksistensi Universitas di kancah nasional baik dalam kegiatan kemahasiswaan bersifat akademik maupun ekstrakulikuler
3. FUNGSI BANTUAN ADMINISTRASI dll
Adanya Lembaga Mahasiswa juga sebagai sarana menampung aspirasi seluruh mahasiswa, baik berupa Kritik, Saran, Masukan, Informasi atau Advokasi yang selanjutnya ditindak lanjutnya ditindak lanjuti sesuai prosedur.
 

     Dengan demikian untuk menciptakan lingkungan Kampus yang aktif dan kreatif maka tiap Universitas wajib membentuk suatu organisasi intra Kampus yang di sebut BEM, hal itu yang mendasari Mahasiswa dan pihak Rektorat di Universitas Asahan ( UNA ) untuk menciptakan lingkungan kampus yang aktif dan kreatif melalui berbagai kegiatan ektrakulikuler dan dibentuknya pengurus BEM ( Badan Eksekutif Mahasiswa ) yang baru khususnya di Fakultas Ekonomi di Universitas Asahan, dengan itu maka diharapkan agar BEM Beserta pengurus Bidang Kemahasiswan baik tingkat Universitas ataupun Fakultas dapat menjalankan tugasnya dengan baik serta dapat mengaplikasikan dalam lingkungan Kampus.